IMAM FTMD

Di mana rumahmu, Nak?

*Oleh Ichwan Prasetya M10

Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ? Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus,untuk mereka sang penopang semangat juang ini . Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya…”

Terkesan Kebaikan Muslim AS, Perampok Bertekuk Lutut

Pernah ngga terlintas di pikiran bahwa begitu rumitnya mempraktekan Islam dalam hidup kita?

Mungkin kisah di bawah ini dapat menjadi pengingat bagi kita, bahwa Islam memang agung, dimanapun, kapanpun, bagaimanapun, Allah sudah merancang kita sebagai kaum muslimin sebagai rahmatan-lil-alamiin.

NEW YORK (Berita SuaraMedia) – Seorang penjaga toko yang juga seorang Muslim, dielu-elukan oleh masyarakat setempat karena sikap penuh kasih dan kesantunan yang dia tunjukkan. Penjaga toko tersebut namanya masuk dalam tajuk utama pemberitaan di berbagai media setelah pertemuan tidak terduga dengan seorang perampok yang bersenjatakan pemukul baseball, namun akhirnya tidak ada kekerasan yang terjadi, justru sang perampok merasa terkesan dengan sikap “korbannya” yang penuh pengampunan sehingga perampok tersebut sampai melontarkan keinginannya untuk menjadi seorang Muslim seperti halnya sang penjaga toko.

“Dia mengatakan, saya ingin menjadi seorang Muslim agar bisa seperti anda,” kata Mohammad Sohail, pemilik toko serba ada Shirley Express di Long Island city, New York, saat mengenang ucapan sang bandit kepadanya.

Sohail, 47, kala itu tengah bersiap untuk menutup tokonya tepat pada tengah malam ketika tiba-tiba – sebagaimana yang tampak dalam kamera pengawas – ada seorang pria yang menghampirinya dengan menenteng tongkat pemukul baseball dan meminta Sohail untuk menyerahkan sejumlah uang.

Tidak mau tunduk kepada penjahat jalanan tersebut, Sohail langsung meraih senapan shotgun yang memang diletakkan dibawah laci kasir, merasa kalah dalam hal senjata, pria bertopeng tersebut langsung kehilangan nyali, seketika itu dia menjatuhkan tongkat pemukulnya ke tanah dan berlutut memohon ampun dengan air mata deras yang mengucur dari kedua kelopak matanya. Perampok tersebut mengatakan bahwa dia terpaksa merampok untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang tengah kelaparan.

“Tolong jangan panggil polisi, saya tidak punya uang, saya tidak punya makanan di rumah saya,” tutur Sohail menirukan kata-kata perampok tersebut.

“Dia menangis layaknya seorang bayi kecil,” tambah Sohail.

Tidak seperti kebanyakan warga kulit putih AS yang langsung memanggil polisi jika berada dalam situasi yang sama, sang pemilik toko tersebut membuka dompetnya lalu mengulurkan uang tunai sebanyak $40 berikut sebungkus roti, namun dengan satu syarat, pria tersebut harus sama sekali berhenti melakukan perampokan.

“Saat menerima uang $40 tersebut, sang perampok tampak sangat terkesan.”

Perampok yang terkejut tersebut kemudian berkata kepada calon korbannya tersebut bahwa dirinya ingin menjadi seorang Muslim, sama seperti sang penjaga toko.

Sohail mengatakan bahwa dirinya kemudian meminta perampok tersebut untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan keduanya lalu berjabatan tangan.

Setelah memberikan uang dan makanan kepada sang pria asing, budi baik Sohail tidak berhenti sampai di situ.

Dia beranjak ke belakang toko untuk mengambilkan susu untuk diberikan kepada sang perampok, namun ketika Sohail kembali ke depan, sang perampok sudah keburu meninggalkan toko.

Sohail mengatakan bahwa polisi mungkin masih mencari sang perampok, namun dirinya sama sekali tidak berniat untuk menjatuhkan tuntutan.

“Pria tersebut… anda tahulah… semua orang menjalani saat-saat yang sulit sekarang ini,” kata Sohail.

Sohail, yang pindah ke AS dari tanah kelahirannya di Pakistan sejak 20 rahun yang lalu, mengatakan bahwa dirinya tahu bagaimana rasanya jika sedang kekurangan uang, oleh karena itu rasa ibanya muncul dan membuatnya bersimpati terhadap pria bertopeng yang tadinya hendak merampok tokonya.

“Saat ini semua orang mengalami masa yang sulit.”

Warga AS yang mendengar cerita kebaikan Sohail merasa terkejut ketika mengetahuiya dari media setempat.

Namun, bagi orang-orang yang mengenal Sohail dengan baik, sikap penuh kasih dari seorang Muslim penjaga toko tersebut sama sekali tidaklah mengejutkan.

“Bahkan ketika saya sedang tidak punya uang untuk membeli satu pak rokok, dia akan berkata silahkan, ambil saja,” kata Prudence Ferrante, yang bekerja di toko karpet di sebelah toko Sohail, kepada Newsday daily, yang pertama kali berhasil mendapatkan rekaman video tentang kejadian tersebut.

Para pelanggan Sohail, yang lebih suka memanggil Sohail dengan julukan akrab Mo, mengatakan bahwa mereka memang mengenalnya sebagai pria yang disegani di wilayahnya dan selalu menunjukkan sikap yang ramah.

Disaat kabar mengenai kejadian antara Sohail dan calon perampok tersebut tersebar dari mulut ke mulut, para konsumen, yang datang ke toko tersebut untuk bertanya kepada sang pemilik toko apakah kabar yang mereka dengar di media benar-benar terjadi, semakin menambah panjang daftar pengagum sang pria penuh kasih tersebut.

“Saya sama sekali tidak melihat satupun keburukan dalam dirinya,” kata Sean Henry, seorang pelanggan dari toko Muslim tersebut.

“Ada orang yang punya perasaan, namun ada juga yang tidak,” tambah Ferrante. “Namun saya tahu pasti bahwa dia (Sohail) memiliki perasaan.” (dn/iol) www.suaramedia.com


Tiga Ucapan untuk Tiga Kondisi

Hidup di dunia bagi seorang mukmin merupakan daftar panjang menghadapi aneka ujian yang datang dari Allah Sang Pencipta Yang Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Terkadang hidup diwarnai dengan kondisi suka dan terkadang dengan kondisi duka. Seorang mukmin tidak pernah mengeluh apalagi menyalahkan Allah ketika sedang diuji dengan kesulitan hidup. Ia selalu berusaha untuk tetap bersabar manakala ujian duka melanda hidupnya. Sebaliknya seorang mukmin tidak bakal lupa bersyukur tatkala sedang diuji dengan karunia kenikmatan dari Allah. Demikian indah dan bagusnya respon seorang mukmin menghadapi aneka ujian hidup sehingga Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengungkapkan ketakjuban beliau.

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ

ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ

خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya.” (HR Muslim 5318)

Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita agar memberikan respon yang sesuai untuk setiap kondisi ujian yang sedang datang kepada diri seorang mukmin. Dalam hadits di bawah ini sekurangnya Nabi mengajarkan tiga jenis ucapan berbeda untuk merespon tiga jenis kondisi ujian yang menghadang seorang mukmin dalam hidupnya di dunia.

من أنعم الله عليه بنعمة فليحمد الله ومن استبطأ الرزق

فليستغفر الله ومن حزبه أمر فليقل لا حول ولا قوة إلا بالله

”Barangsiapa dikaruniai Allah kenikmatan hendaklah dia bertahmid (memuji) kepada Allah, dan barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia beristighfar kepada Allah. Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah mengucapkan “Laa haula walaa quwwata illaa billaahil’aliyyil’adzhim.” (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)” (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’)

Pertama, saat menghadapi kondisi memperoleh kenikmatan. Dalam kondisi seperti ini seorang mukmin diharuskan mengucapkan pujian bagi Allah, yaitu mengucapkan Alhamdulillah. Sebab dengan dia mengucapkan kalimat yang menegaskan kembali bahwa segala karunia berasal hanya dari Allah, maka berarti ia menutup segala celah negatif yang bisa jadi muncul dan diolah setan, yaitu menganggap bahwa kenikmatan yang ia peroleh adalah karena kehebatan dirinya dalam berprestasi. Setan sangat suka menggoda manusia dengan menanamkan sifat ’ujub atau bangga diri bilamana baru meraih suatu keberhasilan atau kenikmatan. Manusia dibuat lupa akan kehadiran Allah yang pada hakekatnya merupakan sumber sebenarnya dari datangnya kenikmatan. Jika Allah tidak izinkan suatu kenikmatan sampai kepada seseorang bagaimana mungkin orang tersebut akan pernah dapat menikmatinya?

Sebenarnya dalam kehidupan di dunia kenikmatan Allah senantiasa tercurah kepada segenap hamba-hambaNya. Bahkan jumlah nikmat yang diterima setiap orang selalu saja jauh melebihi kemampuan orang itu untuk mensyukurinya. Jangankan kemampuan bersyukur seseorang melebihi nikmat yang ia terima dari Allah, bahkan sebatas mengimbanginya saja sudah tidak akan pernah sanggup. Maka, saudaraku, marilah kita lazimkan diri untuk sering-sering mengucapkan kalimat tahmid, baik saat kita menyadari datangnya nikmat maupun tidak.

Kedua, saat merasa berada dalam kondisi rezeki sedang diperlambat. Dalam kondisi seperti ini seorang mukmin disuruh untuk banyak mengucapkan kalimat istighfar. Kalimat istighfar berarti kalimat mengajukan permohonan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita. Nabi Hud menyuruh kaumnya untuk beristighfar dan menjamin bahwa dengan melakukan hal itu, maka hujan deras bakal turun. Istilah ”hujan” di dalam tradisi ajaran Islam seringkali bermakna rezeki. Sehingga kaitannya menjadi sangat jelas. Orang yang sedang merasa rezekinya lambat atau seret kemudian ia beristighfar, maka ia sedang berusaha mengundang turunnya hujan alias rezeki dari Allah.

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Dan (Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu.” (QS Hud ayat 52)

Ketiga, kondisi sedang dilanda kesusahan dalam suatu masalah. Menghadapi kondisi seperti iniNabi shollallahu ’alaih wa sallam menyuruh seorang mukmin untuk membaca kalimat Laa haula walaa quwwata illaa billaahil’aliyyil’adzhim. Kalimat ini sungguh sarat makna yang bermuatan aqidah. Bayangkan, kalimat ini bila diterjemahkan menjadi: Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Kalimat ini kembali mengingatkan kita akan pentingya kemantapan iman Tauhid seorang mukmin. Begitu si mukmin membaca kalimat tersebut dengan penuh pemahaman, penghayatan dan keyakinan, maka saat itu juga jiwanya akan meninggi dan berusaha menggapai kekuatan dan pertolongan Allah yang Maha Kuat lagi Maha Terpuji. Bila Allah telah mengizinkan kekuatan dan pertolonganNya datang kepada seseorang, maka masalah manakah yang tidak bakal sanggup diatasinya?

Oleh karena itu, sekali lagi kami tegaskan, Islam sangat mencela sikap ketergantungan seseorang kepada selain Allah saat menangani masalahnya. Hanya Allah tempat bergantung, tempat kembali dan tempat memohon pertolongan. Hanya Allah tempat kita ber-tawakkal. Malah seorang mukmin tidak boleh ber-tawakkal kepada dirinya sendiri.

ياَ حَيُّ ، يَا قَيُّومُ ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلِّهِ ،

وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ

“Wahai Allah Yang Maha Hidup, wahai Allah Yang Senantiasa Mengurusi, tidak ada tuhan selain Engkau, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan, perbaikilah keadaan diriku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan nasibku kepada diriku sendiri (walau) sekejap mata, tidak pula kepada seorang manusiapun.” (HR Thabrani 445)

(eramuslim.com)

Sesak Nafas Di Ketinggian

Oleh Dr. Mohamad Daudah

فَمَنْ يُرِدِ اللهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ (125)

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS Al-An’am [6]: 125)

Formasi atmosfer sebelumnya tidak diketahu sampai Pascal membuktikan keberadaannya pada 1648. Ia membuktikan bahwa tekanan udara berkurang ketika kita pergi ke tempat yang lebih tinggi di atas permukaan laut.

Belakangan diketahui bahwa udara di lapisan bawah atmosfer lebih padat. Sekitar 50% dari massa udara terletak antara permukaan bumi hingga 20.000 meter di atas permukaan laut, dan 90% terletak antara permukaan bumi hingga 50.000 meter di atas permukaan laut.

Oleh karena itu, kerapatan udara berkurang secara vertikal hingga mencapai paling tekanan terendah di lapisan yang paling tinggi dari atmosfer, sebelum benar-benar menghilang di luar angkasa.
Read more

JPG menarik hari ini

Tips Agar Bisa Shalat Shubuh Berjamaah

Shalat shubuh merupakan salah satu shalat yang paling banyak dilalaikan oleh sebagian besar kaum muslimin. Salah satu alasan yang paling banyak dikemukakan adalah terlambat bangun shubuh. Untuk menanggulanginya, masalah tersebut harus didekati dari dua macam aspek yaitu aspek ilmiah atau teoritis dan aspek amaliah atau praktis.

I. Aspek Ilmiah
1. Seorang muslim harus mengetahui betapa agung kedudukan shalat shubuh disisi Allah Ta’ala berdasarkan sabda Rasulullah:
“Barangsiapa yang menjalankan shalat Shubuh dengan berjamaah, maka seakan-akan ia telah melakukan shalat semalam suntuk.” (Muslim)

“Barangsiapa yang rajin menunaikan shalat shubuh dan Ashar maka ia masuk surga.” (Bukhari)

2. Seorang muslim harus mengetahui resiko atau kerugian akibat terlambat menunaikan shalat shubuh berdasarkan sabda Rasulullah:
“Barangsiapa yang menunaikan shalat Shubuh maka ia ada dalam jaminan Allah, karena itu janganlah sampai Allah menuntut kembali sedikitpun dari jaminan-Nya itu kepadamu. Kalau sampai Allah menuntut jaminan-Nya tersebut, hal itu bisa terlaksana dengan mudah kemudian Allah akan menamparkannya ke mukanya di neraka Jahannam.” (Muslim)

“Bagi orang-orang munafik, shalat yang paling berat ialah shalat isya dan shalat shubuh. Padahal seandainya mereka tahu pahala kedua shalat tersebut, mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (Ahmad)

Kedua hal di atas seharusnya cukup menggugah semangat dalam hati seorang muslim untuk tidak sampai menyia-nyiakan shalat shubuh. Yang pertama mendorongnya untuk segera mendapatkan pahala shalat shubuh. Dan yang kedua merupakan nasihat sekaligus peringatan agar ia tidak menjerumuskan dirinya dalam dosa karena meremehkan shalat shubuh.

II. Aspek Amaliah
1. Tidurlah sedini Mungkin
Disebutkan dalam sebuah hadits shahih, bahwa sesungguhnya Rasulullah tidak suka tidur sebelum menjalankan shalat Isya dan bercakap-cakap sesudahnya. Untuk meneladani beliau, sebaiknya seorang muslim jangan dahulu tidur sebelum menunaikan shalat Isya dan juga jangan bercakap-cakap setelah shalat Isya karena menurut para ulama alasan larangan tersebut adalah karena bercakap-cakap sesudah melakukan shalat Isya itu dapat membuat susah tidur sehingga tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat qiyamul lail atau shalat shubuh pada waktunya. Tetapi menurut para ulama ahli fiqih, bercakap-cakap yang dilarang setelah shalat isya adalah bercakap-cakap yang tidak baik dan tidak ada manfaatnya. Artinya kalau percakapan itu bersifat baik dan ada manfaatnya maka hukumnya boleh seperti mempelajari ilmu, percakapan dengan isteri atau anak-anak untuk menyenangkan mereka, dan lain sebagainya.
Sesungguhnya kebutuhan manusia terhadap tidur itu bersifat relatif. Demikian pula kadar yang mencukupi mereka. Jadi tidak mungkin ada pembatasan berapa jam mereka harus tidur. Tetapi setiap orang harus punya waktu yang cukup untuk tidur agar setelah itu ia bisa bangun untuk menunaikan shalat shubuh dengan penuh gairah dan semangat.
Read more

Lebih Mengkhawatirkan Daripada Fitnah Ad-Dajjal

Fitnah Ad-Dajjal merupakan fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Demikian pesan Nabi Muhammad saw di dalam sebuah hadits riwayat Imam Ath-Thabrany. “Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.”Namun dalam hadits lainnya –menurut Nabi Muhammad saw- ternyata ada lagi yang lebih mengkhawatirkan bagi ummat Islam.

ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي

مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا

إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ

مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ

وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Dajjal disebut-sebut didekat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam lalu beliau bersabda: “Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal dan tidak ada seseorang dapat selamat dari badai fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) setelahnya. Dan tidak ada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal.” (AHMAD – 22215)

Read more